Menu

Mode Gelap
 

Peristiwa · 28 Sep 2022 06:54 WIB ·

Kasat Reskrim Polres Bantaeng Serahkan Berkas Kasus Pembunuhan Mutilasi Ke Kejaksaan


 Kasat Reskrim Polres Bantaeng Serahkan Berkas Kasus Pembunuhan Mutilasi Ke Kejaksaan Perbesar

HarianMakassar.com, Bantaeng –  Kasus dugaan pembunuhan yang mengakibatkan meninggalnya korban berinisial M yang terjadi beberapa waktu lalu terus mengalami perkembangan.

Dalam sepekan terakhir, sejumlah fakta baru terungkap. Salah satunya adanya barang bukti yang baru ditemukan.

Hal itu dikemukakan oleh oleh Kasat Reskrim Polres Bantaeng AKP Rudi SE melalui konferensi persnya bersama Kanit Buser, Kanit Tipidkor, Kanit Pidum, Kanit PPA dan KBO serta Seksi Humas Polres Bantaeng di hadapan awak media diruang vicon Polres Bantaeng, Senin (26/9/22) sekira pukul 20.30 WITA.

Kasat Reskrim Polres Bantaeng AKP. Rudi, SE mengatakan penyelidikan kasus kejadian pada 1 September 2022 lalu di sekitar permandian Eremerasa berinisial M, dimana bersangkutan mati karena adanya pembunuhan yang dilakukan oleh Pria berinisial A.

“Dari perkembangan penyidikan terkait kasus Pembunuhan dan Mutilasi yang dilakukan oleh A masih tetap satu orang tersangka yang juga masih di bawah umur”, ucap AKP Rudi.

Dia mengungkapkan hasil otopsi sinkron dengan keterangan tersangka. “Apa yang dikatakan oleh tersangka itu dari pengakuannya semua berkesesuaian dengan hasil Autopsi yang sudah kita ambil di rumah Sakit Bhayangkara Makassar yang telah dituangkan dalam BAP”, tambahnya.

Adapun barang bukti yang digunakan oleh tersangka A adalah batu, dimana batu tersebut diakuinya digunakan untuk dipukulkan ke korban pada bagian belakang kepalanya dan berdasarkan hasil penyelidikan Reskrim Polres Bantaeng, ternyata pelaku ini inisial A juga menggunakan senjata tajam berupa badik untuk memotong kakinya yang sebelah kanan.

“Terkait pasal yang kami terapkan, tetap mengacu kepada Undang – Undang Perlindungan Anak yakni Pasal 80 ayat 3 Jo pasal 76C RI, Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan Undang-undang RI 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak”, jelas Rudi.

Dia menambahkan tetap akan kenakan Pasal 340 subsider 338 tentang Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain.

Dalam kasus ini, pelaku akan dijerat dengan Pasal UU Perlindungan Anak atau sistem peradilan Anak.

Ketika Pelaknya adalah Anak, itu ancamannya hanya 1/2 ( seperdua ) dari ancamn hukuman orang dewasa, Namun kami Sat Reskrim Polres Bantaeng tetap subsiderkan pasal 340 dan lebih subsider 338 KUHP. (**)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

MPW Pemuda Pancasila Sulsel Cepat Tanggap, Open Donasi untuk Korban Banjir dan Longsor

8 Mei 2024 - 20:19 WIB

Nakes Sulsel Rela Jalan Kaki untuk Layani Korban Banjir dan Longsor di Titik Terisolir Latimojong

7 Mei 2024 - 13:46 WIB

BNPB Tambah Bantuan Dua Helikopter dan Satu Pesawat Karavan untuk Salurkan Logistik dan Evakuasi Korban Bencana di Sulsel

7 Mei 2024 - 13:40 WIB

Pemkab Toraja Utara Turunkan Alat Berat Membersihkan Material Longsor

27 Februari 2024 - 16:02 WIB

Kepala Desa Baji Mangngai Didemo Warganya

9 Januari 2024 - 18:28 WIB

BREAKING NEWS: Terjadi Pembunuhan di Maros, Ayah dan Anak Tewas Dalam Ruko

6 Desember 2023 - 12:52 WIB

Trending di Peristiwa