Menu

Mode Gelap
 

Opini · 15 Jun 2022 11:52 WIB ·

IKA yang Mulai Cantik dan Semakin Dilirik Sebuah Probabilitas dan Ekspektasi


 IKA yang Mulai Cantik dan Semakin Dilirik Sebuah Probabilitas dan Ekspektasi Perbesar

HarianMakassar.com, Maros Jelang Musyawarah Besar (MUBES) Ikatan Alumni SMAN 1 Maros yang rencananya akan digelar pada tanggal 02 Juli 2022 di Hotel Grand Town, Mandai, Maros. Beberapa nama sudah bermunculan dari berbagai angkatan mendeklarasikan dirinya sebagai nakhoda alumni SMAN 1 Maros yang akan datang. Mulai angkatan 80-an, 90-an, hingga 2000-an dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda. Ada akademisi, pengusaha, politisi, hingga aktifis pemuda.

Hingga kini, SMAN 1 Maros telah memiliki 66 angkatan sebagai alumni, terhitung sejak 1966 hingga tahun 2022. Sekolah menengah atas tertua di Maros ini, sudah banyak melahirkan alumni yang sukses di berbagai bidang, termasuk Bupati Maros periode kemarin dan bupati saat ini pernah mendapatkan ijazah di sekolah tersebut.

Beberapa waktu terakhir, geliat perkumpulan alumni sekolah menengah pertama maupun menengah atas memang lagi “naik daunnya”, beberapa sekolah saling menunjukkan “gengsi” alumninya untuk eksis dan berkontibusi positif untuk almamater serta daerahnya. Mungkin inilah yang menjadi “cambukan” juga bagi beberapa alumni di SMANSA Maros untuk segera merestrukturisasi nakhoda dan kabinet IKA ini agar mampu menunjukkan taringnya sebagai sekolahnya para juara sesuai tagline SMANSA hari ini.

Beberapa tahun, IKA SMANSA hanya sekadar nama. Nama alumni SMANSA hanya hidup secara “sekte-sekte”. Eksistensi angkatan-angkatanlah yang membuat “harum” nama alumni ini. Belum ada kesatuan dan kolektif gerakan atas nama IKA yang padu. Sementara, di beberapa daerah, sekolah dengan label angka satu di namanya, terus bergeliat dan massif melakukan sebuah action hingga ke level nasional. Tentu identitas dan corak itu harus juga direbut dan membuktikan bahwa IKA SMANSA Maros benar “bukan kaleng-kaleng” .

IKA di kepala kita selama ini, hanyalah sekadar menjadi tempat reuni dan saling melepas rindu bersama teman sekelas, sekantin, dan seorganisasi di kala masih sekolah. Circle itu terlalu sempit untuk memaknai IKA. Ia harus berbenah menjadi ruang yang produktif. Menjadi jembatan sesama alumni dalam mengembangkan potensi masing-masing serta connecting terhadap pelajar-pelajar yang memiliki prestasi yang baik untuk mampu melanjutkan jenjang pendidikan dan karir yang lebih luas.

Para figur yang telah mendeklarasikan dirinya, haruslah melepaskan kepentingan politisnya, yang paling utama adalah kepentingan almamater. “How make school can be better ?” adalah rumusan masalah yang harus ada di kepalanya dan dijahit dengan ide-ide alumni lainnya. Meretas sebuah sekat dan menyatukan dalam sebuah rumah besar yang bernama IKA.

IKA SMANSA memang belum mati, tapi ia berhibernasi. Hari ini, dibutuhkan manusia yang mampu mengeluarkan IKA dari hibernasinya kemudian meyakinkan kepada puluhan ribu alumni lainnya bahwa IKA tidak lagi mau bermimpi, ia harus bergerak dengan segala potensi infrastruktur dan suprastrukturnya.

Menariknya, pesta demokrasi IKA ini telah diisi oleh beragam golongan usia. IKA tidak lagi menjadi milik yang lahir di masa “kolonial” tapi para millennial juga sudah mampu mengambil tempat dan beradu gagasan. Selanjutnya, tak kalah pentingnya adalah melahirkan MUBES IKA yang riang gembira, tanpa gaduh, tanpa adu serdadu.

AMUL HIKMAH BUDIMAN – ALUMNI SMAN 1 MAROS ANGKATAN 2010

Artikel ini telah dibaca 172 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Cawe-Cawe Anak Muda dan Elnino Politik

15 Agustus 2023 - 12:38 WIB

Reinkarnasi Latto-latto : Sebuah Probabilitas dan Restriktif

13 Januari 2023 - 07:16 WIB

Sistem Proporsional Terbuka Atau Tertutup, Untung Siapa?

12 Januari 2023 - 14:49 WIB

Muda “BERANI’ Menjemput Pentas Politik

27 Desember 2022 - 07:04 WIB

Menuju Rakornas Solo, GenPi Membawa Kekuatan Baru

4 November 2022 - 09:46 WIB

Muhammad Jabbar di Mata Keluarga dan Sahabat

25 Juni 2022 - 17:23 WIB

Trending di Opini